Laailahaillallah Muhammad Rasulullah Amirul Mukminin Waliyullah

Pangkal agama ialah makrifat tentang Dia, kesempurnaan makrifat (pengetahuan) tentang Dia ialah membenarkan-Nya, kesempurnaan pembenaran-Nya ialah mempercayai Keesaan-Nya, kesempurnaan iman akan Keesaan-Nya ialah memandang Dia Suci, dan kesempurnaan Kesucian-Nya ialah menolak sifat-sifat-Nya, karena setiap sifat merupakan bukti bahwa (sifat) itu berbeda dengan apa yang kepadanya hal itu disifatkan, dan setiap sesuatu yang kepadanya sesuatu disifatkan berbeda dengan sifat itu. Maka barangsiapa melekatkan suatu sifat kepada Allah (berarti) ia mengakui keserupaan-Nya, dan barangsiapa mengakui keserupaan-Nya maka ia memandang-Nya dua, dan barangsiapa memandang-Nya dua, mengakui bagian-bagian bagi-Nya, dan barangsiapa mengakui bagian-bagian bagi-Nya (berarti) tidak mengenal-Nya, dan barangsiapa tidak mengenal-Nya maka ia menunjuk-Nya, dan barangsiapa menunjuk-Nya (berarti) ia mengakui batas-batas bagi-Nya, dan barangsiapa mengakui batas-batas bagi-Nya (berarti) ia mengatakan jumlah-Nya.

Kenapa kita berwudzuk, bersolat dan berpuasa?


Diriwayatkan dalam al-'Ilal dan al-Amali dengan sanad sampai kepada al-Hassan bin Ali as, dia berkata:


Suatu waktu sekelompok orang Yahudi mendatangi Rasulullah saw seraya menanyakan kepada beliau tentang beberapa masalah. Di antaranya, mereka berkata, "Beritahukanlah kepada kami dari Allah, untuk apakah Dia menentukan lima waktu solat atas umatmu di malam dan siang hari?"


Rasulullah saw menjawab, (sampai pada jawaban beliau), "... solat Ashar adalah waktu yang di saat Adam memakan buah pohon (yang dia telah dilarang Allah untuk mendekatinya) itu, maka Allah mengeluarkannya dari surga, lalu Allah memerintahkan anak keturunan Adam untuk mengerjakan solat ini (Ashar) sampai Hari Kiamat, dan Dia memilihkan salat Ashar ini untuk umatku, maka solat Ashar adalah di antara solat yang paling disukai di sisi Allah 'Azza wa Jalla', dan Dia memerintahkan kepadaku untuk menjaganya di antara solat-solat itu.


"Adapon solat Maghrib, adalah waktu yang di dalamnya Allah menerima tobat Adam, dan jarak antara dia memakan buah pohon itu dan Allah menerima tobatnya adalah tiga ratus tahun dari hari-hari dunia; sedangkan hari-hari akhirat, seharinya adalah sama dengan seribu tahun, dari waktu solat Ashar hingga solat Isya. Oleh kerana itu, Adam mengerjakan solat Maghrib tiga rakaat, iaitu satu rakaat untuk dosanya, satu rakaat untuk dosa Hawa, dan satu rakaat untuk tobatnya. Oleh kerana itu pula, Allah 'Azza wa Jalla mewajibkan solat tiga rakaat ini (Maghrib) atas umatku."


Kemudian orang Yahudi itu berkata, "Beritahukanlah kepadaku, untuk apakah dalam berwudhu harus mensucikan anggota-anggota tubuh yang empat ini, padahal ia adalah tempat-tempat yang paling bersih di tubuh?"


Nabi saw menjawab, "Sebab, ketika setan membisikkan pikiran jahat kepada Adam, lalu Adam mendekati pohon itu dan memandanginya, maka hilanglah air wajahnya. Kemudian dia berdiri, dan itu adalah awal kaki yang berjalan kepada dosa, kemudian dia mengambil darinya dengan tangannya, kemudian dia mengusapnya, kemudian dia memakannya, maka beterbanganlah semua pakaian dari tubuhnya, kemudian dia meletakkan tangannya pada kepalanya seraya menangis. maka ketika Allah menerima tobatnya, Allah mewajibkan atasnya dan atas anak keturunannya berwudhu pada anggota-anggota tubuh yang empat ini. Allah memerintahkannya membasuh wajah karena dia (Adam) telah memandang pohon itu; memerintahkan membasuh kedua lengan bawah dari siku kerana dia telah mengambil darinya; dan Dia memerintahkannya untuk mengusap kedua kaki karena dia telah berjalan kepada dosa."


Kemudian orang Yahudi itu berkata,"Beritahukanlah kepadaku, untuk apakah Allah mewajibkan puasa atas umatmu pada siang hari selama tiga puluh hari dan mewajibkan atas Adam lebih banyak dari itu?"


Nabi saw menjawab, "Sebab, ketika Adam memakan buah pohon itu, sisa makanan itu tinggal di dalam perutnya selama tiga puluh hari, dan allah mewajibkan atas anak keturunannya tiga puluh hari lapar dan dahaga, sedangkan yang mereka makan adalah karunia dari Allah 'Azza wa Jalla kepada mereka. Sebagaimana yang diwajibkan pada Adam, allah mewajibkan atas umatku juga."


Kemudian rasulullah saw membaca (ayat ini): "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa, iaitu dalam beberapa hari yang tertentu."52


Al-Amali, karya ash-Shaduq, hal. 159-162, dan Ilal asy-Syara'i, jil. 2, hal. 32, bab 36.

Ayat tersebut adalah dari surah al-Baqarah: 183-184.

DOA KESELAMATAN

اَللّهُمَّ ارْزُقْناَ تَوْفِيْقَ اَلطَّاعَةِ وَبُعْدَ الْمَعْصِيَّةِ وِصِدْقَ الْنِيَّةِ وَعِرْفَانَ الْحُرْمَةِ وَاكْرِمْناَ بِالْهُدَىْ وَالإسْتِقَامَةِ وِسَدِّدْ أَلْسِتَناَ بِالصَّوَابِ وَاْلحِكْمِةِ وَامْلأْ قُلُوْبَناَ بِالْعِلْمِ وَالْمَعْرِفَةِ وَطَهِّرْ بُطُوْنَناَ منَ الْحَرَاْمِ وَالْشُّبْهَةِ وَاكْفُفْ أَيْدِيَناَ عَنِ الْظُّلْمِ وَالْسِّرْقَةِ وَاغْضُضْ أَبْصَآرَناَ عَنِ اْلفُجُوْرِ وَالْخِياَنَةِ وِاسْدُدْ أَسْمَآعَناَ عَنِ الَّلغْوِ وَاْلغِيْبَةِ وَتَفَضَّلْ عَلَى عُلَمَآئِنَا بِالزُّهْدِ وَالنَّصِيْحَةِ وِعَلَى الْمُتَعَلِّمِيْنَ بِالْجُهْدِ وَالرَّغْبَةِ وَعَلَى الْمُسْتَمِعِيْنَ بِالإِتِّباَعِ وَالْمَوْعِظَةِ وَعَلَى مَرْضَى الْمُسْلِمِيْنَ بِالشِّفَآءِ وَالرَّحَةِ وَعَلَى مَوْتاَهُمْ بِالرَّافَةِ وَالرَّحْمَةِ وَعَلَى مَشاَيِخِناَ بِالوِقَارِ وَالسِّكيْنَةِ وَعَلَى الشَّباَبِ بِالإناَبَةِ وَالتَّوْبَةِ وَعَلَى النِسَآءِ بِالحَيآءِ وَالعِفَّةِ وَعَلى الأَغنيِاءِ بِالتَوَاضُعِ وَالسَّعَةِ وَعَلَى الفُقَرَآءِ بِالصَبْرِ وَالقَناَعَةِ وَعَلَى الغُزَاةِ بِالنَصْرِ واَلغَلبَة وَعَلى الأُسرَآءِ بِالخَلاَصِ وَالرَّاحَة وَعَلَى الأُمَرَآء بِالعَدْلِ وَالشَفَقَة وَعَلَى الرَعِيَّةِ بِالإِنْصَافِ وَحُسْنُ الِسيْرَةِ وَبَارِكْ لِلْحُجَّاجِ وَالزُّوَارِ فِيْ الزاَّدِ وَالنفَقَةِ وَاقْضَ مَآ أَوْجَبَتْ عَلَيْهِمْ مِنَ الحَجِّ وَالعُمْرَةِ بِفَضْلِكَ وَ رَحمتكَ يآأَرحَمَ الرَّحمين وَ صَلَّى الله عَلَى سيّدنَا مُحَمَّد وَعَلَى آله الطَآهرين وَ صَحْبِهِ الأَخيَار وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَآلمِيْن.



Ya Allah, karuniakan pada kami kemudahan untuk taat, menjauhi maksiat,ketulusan niat, dan mengetahui kemuliaan.. Muliakan kami dg hidayah dan istiqomah.. Luruskan lidah kami dg kebenaran dan hikmah.. Penuhi hati kami dg ilmu dan makrifat.. Bersihkanlah perut kami dari haram dan syubhat, Tahanlah tangan kami dari kezaliman dan pencurian.. Tundukkanlah pandangan kami dari kemaksiatan dan penghianatan.. Palingkanlah pendengaran kami dari ucapan yg sia-sia dan umpatan.. Karuniakanlah kepada ulama kami kezuhudan dan nasihat.. Pada para pelajar kesungguhan dan semangat.. Pada para pendengar kepatuhan dan kesadaran.. Pada kaum muslimin yg sakit,kesembuhan dan ketenangan.. Pada kaum muslimin yg meninggal,kasih sayang dan rahmat.. Pada orang-orang tua kami kehormatan dan ketentraman.. Pada para pemuda kembali (pada jalan Allah) dan taubah.. Pada para wanita rasa malu dan kesucian.. Pada orang-orang kaya rendah hati dan kemurahan.. Pada para pejuang kemengangan dan penaklukan.. Pada para tawanan kebebasan dan ketenangan.. Pada para pemimpin keadilan dan rasa sayang.. Pada seluruh rakyat kejujuran dan kebaikan akhlak.. Berkatilah pada jemaah haji dan para penziarah dalam bekal dan nafkah.. Sempurnakanlah haji dan umrah yang Engkau tetapkan bagi mereka.. dengan karunia dan rahmat-Mu. Wahai Yang Paling Pengasih dari semua yg mengasihi.