Laailahaillallah Muhammad Rasulullah Amirul Mukminin Waliyullah

Pangkal agama ialah makrifat tentang Dia, kesempurnaan makrifat (pengetahuan) tentang Dia ialah membenarkan-Nya, kesempurnaan pembenaran-Nya ialah mempercayai Keesaan-Nya, kesempurnaan iman akan Keesaan-Nya ialah memandang Dia Suci, dan kesempurnaan Kesucian-Nya ialah menolak sifat-sifat-Nya, karena setiap sifat merupakan bukti bahwa (sifat) itu berbeda dengan apa yang kepadanya hal itu disifatkan, dan setiap sesuatu yang kepadanya sesuatu disifatkan berbeda dengan sifat itu. Maka barangsiapa melekatkan suatu sifat kepada Allah (berarti) ia mengakui keserupaan-Nya, dan barangsiapa mengakui keserupaan-Nya maka ia memandang-Nya dua, dan barangsiapa memandang-Nya dua, mengakui bagian-bagian bagi-Nya, dan barangsiapa mengakui bagian-bagian bagi-Nya (berarti) tidak mengenal-Nya, dan barangsiapa tidak mengenal-Nya maka ia menunjuk-Nya, dan barangsiapa menunjuk-Nya (berarti) ia mengakui batas-batas bagi-Nya, dan barangsiapa mengakui batas-batas bagi-Nya (berarti) ia mengatakan jumlah-Nya.

Akal dan syurga

Manusia, dalam pandangan islam, selalu dikaitkan dengan suatu kisah tersendiri. Di dalamnya, manusia tidak semata-mata digambarkan sebagai haiwan tingkat tinggi yang berkuku pipih, berjalan dua kaki, dan pandai berbicara. Lebih dari itu, menurut Al Kuran, manusia lebih luhur dan ghaib daripada apa yang dapat didefinasikan oleh kata-kata tersebut.
Dalam Al Kuran, manusia berulang-ulang diangkat derajatnya, berulang-ulang pula direndahkan. Mereka dinobatkan jauh mengungguli alam syurga, bumi, dan bahkan para malaikat; tetapi, pada saat yang sama, mereka bisa tak lebih beerti dibandingkan dengan setan terkutuk dan binatang jahanam sekalipon. Manusia dihargai sebagai makhluk yang mampu menaklukkan alam, namun bisa juga mereka merosot menjadi "yang paling rendah dari segala yang rendah". Oleh karena itu, makhluk manusia sendirilah yang harus menetapkan sikap dan menentukan nasib akhir mereka sendiri.

Injil Barnabas

Dan karena ucapan mereka: " Sesungguhnya Kami telah membunuh al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah"' padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikut persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.
(QS. an-Nisa': 157)

Sebahagian 'mufassirin'[5] Islam telah menafsirkan Al-Kuran dengan mengkonfirmasikan tuduhan serupa, iaitu dengan mengatakan bahwa Yudas Iskariot (salah seorg dari 12 orang murid(hawariyyun) Isa a.s-penterjemah) adalah pengkhianat. Menurut mereka, argumen ini telah diperkuatkan dengan ditemukannya sebuah dokumen kuno yang disebut Injil Barnabas yang penyusunnya mengaku sebagai salah sorang dari dua belas murid pilihan Yesus, tapi sesuai dengan persaksian dalam injilnya sendiri bahwa dia sebenarnya "bukan seorang saksi mata" pada saat peristiwa itu terjadi:

  • Tapi aku tidak mengetahui apa yang terjadi atas diri Yudas, karena aku tidak menyaksikan segala sesuatunya. (Barnabas 221: 4)

[5] Ibnu Katsir, Tafsir 2: 431; Fakhrurrazi, Tafsir al-Kabir 12:100; Sayid Qutb, Fi Zilalil Qur'an 6:18.

Akal dan Hati


"Aku Kehilangan iman kerana tiga sebab:



  1. Aku suka mengadu domba/memfitnah. Aku mengatakan kepada teman-temanku berlainan dengan yang aku katakan kepada tuan.

  2. Aku mendengki dan iri hati terhadap teman-temanku.

  3. Ketika sakit, aku pergi ke doktor untuk menanyakan penyakitku. Kemudian, doktor memberikan resepi, agar aku meminum arak setiap tahun bagai obat. Kata doktor, jika aku tidak meminumnya, penyakitku tidak akan sembuh. Kerana itu aku meminum arak."


Jiwa Manusia

Al-Quran menyebutkan jiwa manusia sbagai suatu sumber khas pengetahuan. Menurut Al-Quran, seluruh alam raya ini merupakan manifestasi Allah. Di dalamnya terdapat tanda-tanda serta berbagai bukti untuk mencapai kebenaran. Al-Quran mendefinasikan dunia eksternal sebagai al-ayat dan dunia internal sebagai jiwa; dan dengan cara ini mengingatkan kita akan pentingnya jiwa manusia. Ungkapan, tanda-tanda, dan jiwa-jiwa itu di dalam kepustakaan Islam bersumber dari pernyataan berikut:

Kami akan tunjukkan kepada mereka tanda-tanda Kami dari yang terbentang di horizon ini dan dari jiwa mereka sndiri, sehingga tahulah mereka akan kebenaran itu. (Fushshilat [41]: 53)

Kant, filosof Jerman itu, dalam salah satu pernyataan yang tersohor dan dipahatkan dalam batu nisannya, berkata: "ada dua hal yang memenuhi pikiran dengan keajaiban yang senantiasa bertambah dan yang semakin sering menarik pikiran ke arahnya: langit yang bertabur bintang di atasku dan hukum moral dalam hatiku."

Bukan Manusia Biasa


Anda bisa menyebutnya Yesus atau Isa. Anda berhak menggelarinya Messiah, Kristus atau al-Masih. Anda bebas untuk meyakininya diangkat ke langit maupun disalib. Itu terserah Anda. Yang jelas, putra Sang Perawan ini benar-benar 'luar biasa' karena menjadi 'sengketa abadi' yang diperebutkan oleh dua agama besar. Ia diperebutkan bukan karena benturan cinta dan benci, namun karena ia muara cinta yang berlainan arah. Sang Gembala dari Nazareth ini, karena mampu menghidupkan orang mati,me-melek-kan buta dan menghapus kusta, diyakini sebagai 'Roh Tuhan' atau 'anak'-Nya. Kita tidak mengajak Anda berpindah agama, tapi hanya mengajak Anda untuk tidak memandang Yesus dan Maryam yang melahirkannya sebagai manusia biasa.


"Salam sejahtera atasnya pada hari kelahiran, hari wafat dan hari dibangkitkan hidup"

Simpulan Makrifat

Kasadaran Kemanusiaan

Istilah ini berarti kasadaran akan diri seseorg dlm kaitannya dengan seluruh umat manusia. Ia ditanamkan ataz dasar prinsip bahwa seluruh manusia mbentuk satu kesatuan faktual dan mereka semua mmiliki satu 'nurani insani bersama'---- filantropi dan ras kemanusiaan merupakan hal yg pasti ada pada diri seluruh insan. sa'adi berkata:

Anak-anak Adam laksana anggota tubuh;
Sebab mereka tercipta dari lempung yang sama.
Jika satu bagian telanda lara,
Yang lain menderita resah hebat.
Engkau yang lain ingkar derita manusia,
Tak pantas bernama "manusia"


Photobucket

Manusia Dan Agama

Dunia kita adalah dunia perubahan dan pergantian, tak ada ssuatu yg tetap d dalamnya. Segalanya akan snantiasa berubah, memudar, dan setelah itu mati.Seperti itu pulakah agama? Adakh kurun ttentu bagi agama sehingga, jika ia tlah lewat, usia agama pon akan berakhir? Ataukah keadaannya tdak spt itu? Akankh ia ttap lestari di tengah-tengah manusia sehingga seandainya muncul gerakan yang mmerangi ataupn brusaha mghabisinya, gerakan spt itu psti tdk akan bhasil? Bahkan, agamalah yg tetap hidup, tak terpadamkan, dan tetap berdetak, lalu muncul lg dn menyatakan khadirannya dalam bbagai rupa lain, segera stelah itu?

Will Durant, penulis yg tdak pcaya kpd agama mana pun, mngatakn dlm bahasannya mengenai sjarah dan agama:" Agama mmiliki seratus jiwa. Sgala ssuatu jka tlah d bunuh pd kali ptama itu pun ia sdah mati utk slama2nya, kecuali agama. Skiranya ia sratus kali d bunuh, ia akan mncul lagi dn kmbali hdup stelah itu."

be continue-

DOA KESELAMATAN

اَللّهُمَّ ارْزُقْناَ تَوْفِيْقَ اَلطَّاعَةِ وَبُعْدَ الْمَعْصِيَّةِ وِصِدْقَ الْنِيَّةِ وَعِرْفَانَ الْحُرْمَةِ وَاكْرِمْناَ بِالْهُدَىْ وَالإسْتِقَامَةِ وِسَدِّدْ أَلْسِتَناَ بِالصَّوَابِ وَاْلحِكْمِةِ وَامْلأْ قُلُوْبَناَ بِالْعِلْمِ وَالْمَعْرِفَةِ وَطَهِّرْ بُطُوْنَناَ منَ الْحَرَاْمِ وَالْشُّبْهَةِ وَاكْفُفْ أَيْدِيَناَ عَنِ الْظُّلْمِ وَالْسِّرْقَةِ وَاغْضُضْ أَبْصَآرَناَ عَنِ اْلفُجُوْرِ وَالْخِياَنَةِ وِاسْدُدْ أَسْمَآعَناَ عَنِ الَّلغْوِ وَاْلغِيْبَةِ وَتَفَضَّلْ عَلَى عُلَمَآئِنَا بِالزُّهْدِ وَالنَّصِيْحَةِ وِعَلَى الْمُتَعَلِّمِيْنَ بِالْجُهْدِ وَالرَّغْبَةِ وَعَلَى الْمُسْتَمِعِيْنَ بِالإِتِّباَعِ وَالْمَوْعِظَةِ وَعَلَى مَرْضَى الْمُسْلِمِيْنَ بِالشِّفَآءِ وَالرَّحَةِ وَعَلَى مَوْتاَهُمْ بِالرَّافَةِ وَالرَّحْمَةِ وَعَلَى مَشاَيِخِناَ بِالوِقَارِ وَالسِّكيْنَةِ وَعَلَى الشَّباَبِ بِالإناَبَةِ وَالتَّوْبَةِ وَعَلَى النِسَآءِ بِالحَيآءِ وَالعِفَّةِ وَعَلى الأَغنيِاءِ بِالتَوَاضُعِ وَالسَّعَةِ وَعَلَى الفُقَرَآءِ بِالصَبْرِ وَالقَناَعَةِ وَعَلَى الغُزَاةِ بِالنَصْرِ واَلغَلبَة وَعَلى الأُسرَآءِ بِالخَلاَصِ وَالرَّاحَة وَعَلَى الأُمَرَآء بِالعَدْلِ وَالشَفَقَة وَعَلَى الرَعِيَّةِ بِالإِنْصَافِ وَحُسْنُ الِسيْرَةِ وَبَارِكْ لِلْحُجَّاجِ وَالزُّوَارِ فِيْ الزاَّدِ وَالنفَقَةِ وَاقْضَ مَآ أَوْجَبَتْ عَلَيْهِمْ مِنَ الحَجِّ وَالعُمْرَةِ بِفَضْلِكَ وَ رَحمتكَ يآأَرحَمَ الرَّحمين وَ صَلَّى الله عَلَى سيّدنَا مُحَمَّد وَعَلَى آله الطَآهرين وَ صَحْبِهِ الأَخيَار وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَآلمِيْن.



Ya Allah, karuniakan pada kami kemudahan untuk taat, menjauhi maksiat,ketulusan niat, dan mengetahui kemuliaan.. Muliakan kami dg hidayah dan istiqomah.. Luruskan lidah kami dg kebenaran dan hikmah.. Penuhi hati kami dg ilmu dan makrifat.. Bersihkanlah perut kami dari haram dan syubhat, Tahanlah tangan kami dari kezaliman dan pencurian.. Tundukkanlah pandangan kami dari kemaksiatan dan penghianatan.. Palingkanlah pendengaran kami dari ucapan yg sia-sia dan umpatan.. Karuniakanlah kepada ulama kami kezuhudan dan nasihat.. Pada para pelajar kesungguhan dan semangat.. Pada para pendengar kepatuhan dan kesadaran.. Pada kaum muslimin yg sakit,kesembuhan dan ketenangan.. Pada kaum muslimin yg meninggal,kasih sayang dan rahmat.. Pada orang-orang tua kami kehormatan dan ketentraman.. Pada para pemuda kembali (pada jalan Allah) dan taubah.. Pada para wanita rasa malu dan kesucian.. Pada orang-orang kaya rendah hati dan kemurahan.. Pada para pejuang kemengangan dan penaklukan.. Pada para tawanan kebebasan dan ketenangan.. Pada para pemimpin keadilan dan rasa sayang.. Pada seluruh rakyat kejujuran dan kebaikan akhlak.. Berkatilah pada jemaah haji dan para penziarah dalam bekal dan nafkah.. Sempurnakanlah haji dan umrah yang Engkau tetapkan bagi mereka.. dengan karunia dan rahmat-Mu. Wahai Yang Paling Pengasih dari semua yg mengasihi.